Raedewa, 1 September 2026
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua bersama DPRD Kabupaten Sabu Raijua menggelar kegiatan Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) Pembangunan Sarana dan Prasarana Sekolah dalam rangka Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD GMIT Raedewa, Kecamatan Sabu Barat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Sabu Raijua Ir. Thobias Uly, M.Si, Ketua Komisi III DPRD Sabu Raijua, Laurens A. Ratu Wewo, S.Sos, Wakil Ketua Komisi III DPRD, Donserses Nara Lulu, Pendeta GMIT, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO), Bagian Prokopim Setda, Camat Sabu Barat, Plt. Kepala Desa Raedewa, Kepala Sekolah SD GMIT Raedewa, Ketua Komite sekaligus Tim P2S (Panitia Pembangunan Sekolah), Tim Fasilitator, Pengawas dan Perencana Program, tokoh masyarakat, Dewan Guru, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Komisi III DPRD Sabu Raijua, Laurens A. Ratu Wewo, S.Sos, menyampaikan bahwa Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan bagian dari program Pemerintah Pusat yang patut disambut dengan rasa syukur oleh Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua. Ia menegaskan, di tengah kondisi fiskal yang tidak menentu dan kebijakan efisiensi anggaran yang membuat postur APBD semakin tergerus, hadirnya program revitalisasi di sektor pendidikan menjadi hal positif bagi pembangunan daerah. Ia menjelaskan, dirinya bersama jajaran Komisi III DPRD secara langsung turun ke lapangan untuk melihat dan mencermati persoalan di setiap sekolah, sebelum mengusulkan sekolah-sekolah tersebut menjadi prioritas penerima bantuan. Proses pengusulan dilakukan melalui input data pada Dapodik yang kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas PKO.
“Dari 62 sekolah yang diusulkan, sebagian telah mendapat jawaban dan saat ini sedang dibangun sebanyak 32 sekolah. Kami berharap seluruh usulan dapat diterima, termasuk yang saat ini memasuki tahap pengusulan angkatan ketiga,” ujarnya. Laurens juga menyampaikan bahwa Kabupaten Sabu Raijua merupakan satu-satunya kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang berhasil melaksanakan Penyerahan Hasil Pekerjaan (PHO) pertama atas bangunan revitalisasi pada tahun 2025, yang menjadi salah satu syarat keberlanjutan bantuan. Pada tahun 2025, Sabu Raijua memperoleh bantuan untuk 23 sekolah, dan pada pertengahan tahun ini sudah ada 32 sekolah yang menerima bantuan. Ia meminta kepala sekolah beserta jajarannya untuk terus memantau pelaksanaan pekerjaan pembangunan agar berjalan tepat waktu dan tepat guna. Menurutnya, pembangunan sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan pembangunan masa depan anak-anak dan generasi penerus menuju generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Lebih lanjut, Laurens menanggapi anggapan sebagian pihak bahwa sekolah swasta, termasuk SD GMIT, kerap luput dari perhatian pemerintah. Ia menegaskan bahwa program revitalisasi serta kebijakan pengangkatan guru-guru swasta merupakan bentuk nyata partisipasi pemerintah dalam mendukung pendidikan di sekolah swasta. Ia mengungkapkan, DPRD dalam beberapa tahun terakhir menindaklanjuti pernyataan publik yang menilai pemerintah kurang memperhatikan sekolah swasta. Pada tahun lalu, Komisi III DPRD bermitra dengan sektor pendidikan menggelar rapat bersama seluruh kepala sekolah swasta, Yapenkris selaku lembaga penaung pendidikan GMIT, Dinas PKO, dan BKPSDMD untuk mendorong pemerataan distribusi guru ke sekolah swasta setara dengan sekolah negeri, serta memastikan pembangunan sekolah swasta diperlakukan sama dengan sekolah negeri. “Kami menggali persoalan di sekolah swasta, mendorong penganggarannya kepada Bupati dan Wakil Bupati, serta mendorong sekolah menyiapkan administrasi agar dapat memperoleh bantuan dari Kementerian,” katanya. Ia menyebutkan sejumlah sekolah yang telah dan akan menerima manfaat program ini, antara lain SD GMIT Ege, SD GMIT Raenalulu, SD GMIT Raedewa, SD GMIT Walulede, SD GMIT Bodae, SD GMIT Bolou I dan II, serta SD Menangado, SD Lobohede dan beberapa sekolah lain yang masih menunggu proses selanjutnya. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa Pemerintah Daerah memberikan perhatian yang sama bagi seluruh anak-anak Sabu Raijua, baik yang bersekolah di lembaga negeri maupun swasta. Di akhir sambutannya, Laurens berharap agar sekolah-sekolah yang melaksanakan Groundbreaking pada hari ini dapat menyelesaikan pembangunannya tepat waktu, sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh anak-anak untuk kegiatan belajar mengajar.










