Berita Berita Utama

DPRD Apresiasi Pameran Arsip “Mengingat Sabu”, Ajak Generasi Muda Kenang Sabu Tempo Dulu 

Raekore, 25 Agustus 2026

Anggota DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Debora Babo Higa, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Pameran Arsip 2026 yang mengusung tema umum “Mengingat Sabu” dan tema khusus “Pangan, Bencana dan Resiliensi”. Apresiasi tersebut disampaikan dalam sambutannya pada malam pembukaan pameran, Selasa, 25 Agustus 2026, di Halaman Gereja GMIT Talitakum Raekore, Desa Raekore, Kecamatan Sabu Barat. Dalam sambutannya, Debora mengawali dengan rasa syukur kepada Tuhan atas kesempatan yang diberikan sehingga masyarakat dapat berkumpul bersama dalam kegiatan pameran yang diselenggarakan oleh Komunitas Toetoer tersebut. 

Debora secara khusus menyampaikan kebanggaannya kepada Ketua Komunitas Toetoer, Pdt. Fransisco de Kr. A. Jacob, beserta seluruh anggota komunitas. Menurutnya, Pdt. Fransisco dan komunitasnya menunjukkan kecintaan yang besar terhadap Sabu, serta memiliki keinginan kuat agar generasi muda dapat mengenang sejarah dan kehidupan para leluhur masyarakat Sabu Raijua di masa lampau. Debora menilai kehadiran Komunitas Toetoer bersama kegiatan pameran arsip ini menjadi bentuk apresiasi kepada generasi muda dan seluruh masyarakat untuk kembali mengingat bagaimana masyarakat Sabu bertahan hidup di tengah kesukaran dan kekeringan. Ia menekankan, meski Sabu dikenal sebagai tanah yang kering, hal tersebut tidak menghalangi berkat Tuhan atas wilayah Sabu. Lebih lanjut, Debora mengingatkan bahwa di tengah kesibukan dunia modern dan pengaruh media sosial, ia berharap pameran ini dapat menjadi sarana bagi generasi muda, terutama di Raekore, untuk kembali menyadari bahwa ada jasa para leluhur dan sejarah panjang di balik kehidupan dan kebudayaan Sabu yang perlu terus dilestarikan.

Sebagai informasi, Pameran Arsip “Mengingat Sabu” tahun 2026 ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua yang dilaksanakan secara rutin oleh Komunitas Toetoer, komunitas yang telah bergerak di bidang pengkajian sejarah, dokumentasi budaya, dan preservasi arsip sejak tahun 2015. Pameran menampilkan berbagai arsip yang membahas sistem pangan, pola makan, serta situasi kebencanaan di Sabu, sejalan dengan upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pengetahuan tradisional dan strategi resiliensi budaya dalam menghadapi bencana.