Seba, 14 Juli 2026
Gedung Baru Madrasah Ibtidaiyah Swasta An-Nur Seba secara langsung diresmikan Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si di Desa Raemadia, Dusun Lobohiha, Kecamatan Sabu Barat. Madrasah Ibtidaiyah (MI) An-Nur Seba merupakan satu-satunya lembaga pendidikan Islam dasar di Kabupaten Sabu Raijua yang bernaung di bawah Yayasan Masjid An-Nur Seba. Peletakan batu pertama pembangunan MI An-Nur Seba telah dilaksanakan pada 26 Agustus 2025, sebagai langkah awal mewujudkan sarana pendidikan yang layak bagi anak-anak. Kesempatan tersebut turut hadir Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Anindha Maharani Alboneh. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para donatur dan semua pihak yang telah mendukung pembangunan gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga selesai dan diresmikan hari ini. Dalam sambutannya, ia juga mengenang jasa almarhum Kepala Kantor Kementerian Agama Sabu Raijua saat itu, Neang Pining Manimakani, yang sejak awal memiliki mimpi besar agar Sabu memiliki jenjang pendidikan MI, MTs, hingga MA, serta berharap putra-putri daerah yang menempuh pendidikan agama dapat kembali mengabdi sebagai guru di madrasah tanah kelahiran mereka.
Anindha menegaskan bahwa keberadaan madrasah merupakan wujud kesadaran masyarakat Muslim akan pentingnya menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang membentuk akhlak dan moral. Ia turut membagikan pengalaman pribadinya menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Assalaam selama enam tahun, yang menurutnya memberikan fondasi nilai dan batasan hidup yang kuat bagi dirinya dan para alumni lainnya. Ia menceritakan bahwa pada reses tahun 2025 bersama ketua yayasan, ketua komite, kepala MI, para guru, dan wali murid, aspirasi terbesar yang disampaikan adalah kebutuhan gedung sekolah permanen, mengingat sebelumnya kegiatan belajar mengajar hanya menumpang di teras masjid dengan ruang kelas berdinding bilik triplek. Melalui swadaya masyarakat dan tanah wakaf, kini telah terbangun tiga ruang kelas, satu ruang guru, empat unit toilet, dan sumur.
Dengan jumlah murid yang kini mencakup kelas 1 hingga kelas 6 sebanyak 67 orang, Anindha menyampaikan masih banyak kebutuhan sarana-prasarana yang memerlukan dukungan pemerintah daerah. Ia menyebutkan telah mengusulkan melalui e-Pokir SIPD untuk anggaran induk TA 2027, meliputi pembangunan laboratorium TIK, perpustakaan SD, ruang guru/kantor, ruang kelas baru, ruang UKS, rumah dinas SD, serta pengadaan mebel sekolah. Selain itu, ia juga menyampaikan aspirasi terkait bantuan seragam sekolah lengan panjang dan harapan agar status MI dapat ditingkatkan dari swasta (MIS) menjadi negeri (MIN). Di hadapan Wakil Bupati Sabu Raijua yang turut hadir, Anindha mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah daerah, Kantor Kementerian Agama, DPRD, dan masyarakat—untuk bersama-sama mengawal aspirasi tersebut sesuai peran masing-masing. Ia menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa seluruh upaya ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi masa depan anak-anak generasi penerus daerah.




